Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Pulsa

Tepat pukul 5.30 pagi, seseorang menelepon saya. “Neng, beliin pulsa dong. Lagi di Sumedang nih.” Untung saya sudah bangun dan sadar sepenuhnya. Skenarionya mirip banget sama mamah minta pulsa karena mamah lagi di penjara. Bedanya ini mamih saya beneran, nomornya juga bener dia, dan syukurlah dia ngga lagi di penjara. Abis cuci muka saya langsung keliling-keliling nyari tukang pulsa, dan ngga ada yang buka satupun jam segitu. Hey kok yang dagang sarapan banyak tapi yang jual pulsa masih tutup, kan kita ngga bisa makan uduk tanpa hp yang buncit oleh pulsa? Ngga ada yang buka, Indomart aja masih tutup. Akhirnya terlintas buka francise namanya Pulsamart, kios pulsa 24 jam. Saya memutuskan untuk pergi ke ATM terdekat. Ketika itu...saya sadar betapa pentingnya pulsa. Dan betapa saya seringkali menyepelekan pulsa. Orang yang bilang dia ngga bisa hidup tanpa kekasihnya, mungkin belum pernah merasakan hidup tanpa pulsa. Pulsa apapun bentuknya, mau pulsa telpon atau pulsa in

Ramadhan Keenam

Ramadhan kali ini akan jadi ramadhan keenam saya di Bandung. Lima ramadhan ke belakang saya berada jauh dari rumah karena kuliah. Saya ingat ramadhan kelima adalah saat dimana sibuk-sibuknya mau sidang. Masih jelas dalam memori, munggahan bareng sama Intan, Griya, Siska, dan Aini. Karena kami semua rindu masakan rumah, kami main ke pasar untuk belanja dan masak bareng. Pepes tahu, tumis kangkung, ikan asin, dan sambel. Sedih mengingatnya karena kami udah kayak TKI gitu, ngga bisa pulang padahal ingin..ingin..ingin sekali..tapi punya janji yang harus dilunasi. Belajar buat persiapan sidang. Kalau mau egois sih bisa saja pulang. Siapa sih yang ngga rindu dibangunkan ibu ketika sahur, bukan bangun sendiri dan masakan udah tringgg ada di meja. Siapa yang ngga kangen nonton acara sahur bersama, sebenernya ngga ditonton karena acaranya biasa aja tapi TV harus tetap disetel. Siapa yang tidak berhasrat membaui harum masakan ibu menjelang maghrib, so’ serius menonton kultum padahal yang t

Pernah dong denger orang ....

Pernah dong denger orang ngasih saran “ just be yourself ”, ngga banget ya? Gimana kalau si ‘yourself’ disini adalah orang jahat yang merugikan banyak orang atau ternyata pemales yang suka repotin keluarga? Just be yourself itu pantesnya dijadikan nasehat galau buat sahabat-sahabat Nabi, bukan untuk orang biasa kaya kita.. Petuah untuk kita yang bener tuh “ be the best of yourself .” Pernah dong denger orang yang minta putus dan bilang, “kamu terlalu baik buat aku”, ngga banget ya? Kan harusnya bahagia ketemu yang baik banget. Kalau baiknya kebanyakan bisa dikurangin, lah kalau ngga baik sama sekali, nambahinnya susah. Logikanya kalau mau mutusin tuh bilangnya, “maaf ya, aku terlalu baik buat kamu.”

Selalu Ada Waktu

Aku berusia 23 ketika aku pertama bertemu denganmu. Yeah, they say the older you get, the more quicker you are judging about the people you meet. Aku tahu aku tidak pernah mengatakan ini sebelumnya. Kamu punya kekuatan super. Kamu mampu menciptakan ilusi waktu. Waktu berhenti saat aku bersamamu. Selalu. Percayakah kamu? Kalau aku mendapat seribu rupiah tiap kali jantungku berdetak kencang karena suaramu, kekayaanku sudah tentu mengalahkan Steve Jobs. Tiap kali kamu berbicara, kamu terkadang menaikkan alismu dan menyudahinya dengan senyuman. Mungkin kamu tidak menyadarinya. Tapi di detik itu aku tahu, aku mencintaimu tanpa karena. Ingatkah kamu ketika kita makan sushi, dan kamu tiba-tiba bercerita tentang bagaimana kamu memutuskan untuk tidak makan gurita lagi. Katamu gurita punya perasaan, dan kamu punya cukup rasa empati ketika membayangkan gurita-gurita itu bersedih dan kesakitan. Menyimakmu menyenangkanku. Aku suka gayamu ketika menjelaskan sesuatu, bahkan ketika kamu m

Sesal

Saya punya banyak penyesalan.   Jawaban miss universe itu bullshit.   Saya menyesal. Tapi saya juga bersyukur.   Kalau diberi kesempatan untuk mengulang waktu.   Saya mau, agar saya tidak menyesal.

Negara

Kenapa relationship kita dengan negara selalu berkisar antara cinta atau benci? Ngga pernah biasa aja. Banyak orang stress nonton berita, ngga bisa handle kenyataan kalau di luar sana orang jahat lahir tiap detik. Katanya jangan pernah tanyakan apa yang negara berikan untukmu, tapi tanyakan apa yang pernah kamu berikan untuk negaramu. Intinya selama ini kita saling memberi, tapi juga saling meniadakan. Bayar pajak, pajaknya dinikmati juga oleh kita. Cinta sesama, sesamanya juga cinta kita. Apapun dibalas. Jadi ngapain tanya-tanya apa yang pernah diberikan, ngga ada yang memberikan lebih banyak. Dalam hubungan ini ngga ada yang mendominasi. Tapi kenapa kita tetep ngga bisa biasa-biasa aja? Selalu antara cinta dan benci. Cinta karena kedamaiannya, benci karena angka kriminalitasnya. Cinta karena ada kebaikan dan harapan di dalamnya, benci karena juga ada ketidakadilan. Seperti apa sih hubungan seharusnya kita dengan negara? Kenapa kita ngga bisa ambil sikap tegas. Saya cinta tanah air sa

Pemula

Begitu lahir, kamu menunggu setahun untuk berbicara yang tak ada artinya. Ketika bertambah besar, kamu sadar ternyata kamu tidak berguna. Cinta pertamamu tidak berhasil. Mendaftar ke universitas impian kamu gagal. Setelah wisuda, pekerjaanmu adalah pengangguran.

Cerita Tentang Tiga Kota

Saya menganggap sebuah kota itu seperti seorang perempuan. Ngga cukup sehari untuk mengenalnya. Dia selalu berubah, tapi feelnya tetap sama. Perlu waktu bertahun-tahun untuk memahaminya. Kadang membuat kesal, tapi punya pesona yang membuat kita ingin tetap tinggal. Selama 23 tahun saya hidup, saya tinggal terbilang cukup lama di 3 kota. Cikampek, Bumiayu, dan Bandung. Saya pernah baca indeks kebahagiaan sebuah kota diukur dari beberapa variabel yang mereleksikan kebahagiaan individu, diantaranya ; pekerjaan, pendapatan rumah tangga, kondisi rumah dan aset, pendidikan, kondisi kesehatan, keharmonisan keluarga, hubungan sosial, ketersediaan waktu luang, kondisi lingkungan, dan kondisi keamanan.

Juvenoia

Selain alam gaib, kriminalitas, dan ibu-ibu bawa mio, satu lagi hal yang menakutkan untuk dijumpai adalah ABG. Cara mereka berpakaian alay, cara mereka bicara alay, cara mereka berpikir alay, selera musiknya ppffttt alay banget.. Selalu dan pasti komentar yang muncul ngga jauh-jauh dari “yaelah anak zaman sekarang gayanya, beda ama zaman gw yang ........... (insert 1001 kebaikan)” Jadi, manusia itu tidak sadar dikotak-kotakkan dengan sebuah zaman. Mungkin itulah yang disebut generasi. Yang kelahirannya bisa dibilang dalam keadaan yang ngga jauh berbeda sehingga sifatnya ya rada-rada sama.

Baik

“Dia orangnya baik kok.” Tebakmu pasti dia orang yang sangat kaya raya yang bisa membeli omongan manusia. “Dia orangnya baik kok.” Pikirmu pasti dia wajahnya biasa-biasa saja, karena orang tidak bisa indah sekaligus hati dan wajah. “Dia orangnya baik kok.” Di benakmu pasti dia ini orang cupu yang seumur hidupnya tidak pernah menjadi populer. “Dia orangnya baik kok.” Seringaimu menyembunyikan “Hmmm, baik itu setengahnya bego. Okelah..”

Senin

Alarm pertama datang. Dimatikan. Lanjut tidur. Menunggu alarm kedua. Yang kedua datang. Kenapa jaraknya terasa hanya sebentar? Memaksa bangun. Menyeret kaki ke kamar mandi. Air dinyalakan. Airnya dingin. Punya dendam apa air ini denganku? Mata sulit terbuka. Diusapkan air ke mata. Tersiksa. Cuci muka. Melangkah ke sofa. Mengecek handphone. Membaca pesan. Mengambil remote TV. Mencari channel berita. Tidak ingin ketinggalan pembicaraan bersama teman kantor. Yang ketemu channel gosip artis. Ini masih pukul 6 pagi. Tak apa. Berita tentang artis pun tetap disebut sebagai berita. Suara TV dibesarkan. Ke dapur, mengeluarkan roti tawar. Mengoleskan selai. Dengan pisau yang sama. Dan roti tawar yang merk-nya itu-itu saja. Membawanya ke depan TV. Mengecek jam. 06.30. Mengelus rambut berantakan ke arah kanan. Mengambil kunci kendaraan. Memanaskan mesin. Berpikir. Ini hari senin. 120 jam, 7200 menit, 432.000 detik menuju weekend.