Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2016

Persetan dengan kebahagiaan, ini semua masih tentang cinta

Aku, kamu, mereka dan kalian semuanya ingin dicintai. Dari Putin, Donald Trump, Aa Gym hingga Ahok. Kita selalu berpikir ini semua tentang kebahagiaan, bukan? Maka kita menikah. Maka kita menimbun kekayaan. Maka kita memuja ketenaran. Maka kita berlutut untuk kekuasaan. Kenyataannya itu semua tentang cinta. Kita salah. Cinta tidak ditemukan dengan mengejar asumsi-asumsi kebahagiaan. Cinta ada dalam dirimu. Ceribel bilang love is you. Dan kukatakan padamu, love is IN YOU. Ada di air mata yang kamu teteskan semalam, di jarimu yang rindu akan seseorang yang akan mengisi sela-sela diantaranya. Dia juga ada di kedipan matamu dan bahkan di setiap tarikan nafasmu. Cinta ada dalam diri kamu. Kehidupan itu isinya hanya upaya untuk bisa mengakses cinta. Ketika kamu sudah bisa log in, mata kamu akhirnya terasa terbuka dan kamu bisa lihat kalau apa yang dikonstruksi oleh hidup : uang; masyarakat; kekuasaan; hanya komedi belaka. Kemudian kamu akan menertawakan itu semua. Suara tawa yang paling ker

Mampang Mempeng

“Jangan mampang-mempeung” ini slogan ibu saya. Intinya jangan mentang-mentang lagi dalam kondisi yang lebih baik jadi seenaknya. Dulu pas SD saya sering mendengar ucapan ini, karena saya sering lupa diri kalau ibu saya masak makanan kesukaan saya. Saya bolak-balik nambahin isi piring. Lalu ibu saya melempar slogannya. “Jangan mampang-mempeng.” Pernah juga saya nonton film india sampe malem, terus ibu saya kebangun buat pipis, dia mengagetkan saya karena dia itu langkahnya ga bunyi. Di antara kegelapan (lampu udah dimatiin), dia nongol dan mengucap slogan kesukaannya. “Jangan mampang-mempeng.” Juga suatu ketika saya jalan-jalan sama si doi, ibu saya berpesan agar slogannya jangan dilupakan, agar saya hendaknya bersikap seperti manusia yang dido’akan ibu saya. “Jangan mampang-mempeng.” Begitulah slogan ini terus bergema di rumah. Hal serius terjadi ketika akhirnya saya perlahan mandiri, pembicaraan itu bermula dari saya bertanya gimana cara ngatur duit, kok kerasanya b