Skip to main content

Excited!

Aku akan membahas paper!

Paper yang akan dibahas akan menyesuaikan tema hari ini, jadi sekalian aku terus mengasah pisau penelitianku, aku juga akan berusaha mengedukasi masyarakat pembaca blogku yang budiman!
Sebuah pendahuluan, jadi paper-paper yang akan aku bahas itu berasal dari jurnal ilmiah. Pertama biasanya aku mencari dulu di sumber jurnal terpercaya seperti Science Direct, Emerald, atau Proquest. Dengan memasukkan kata kunci terkait, beberapa paper akan muncul. Selanjutnya serahkan padaku, aku akan menyeleksi paper mana yang sekiranya sesuai dan menarik untuk dibahas.

Hari ini, temanya adalah “what are you excited about”?

Dan paper yang akan aku bahas berjudul: Attractive men's desirability as a long-term partner varies with ascribed excitement values.



Judulnya kalau dibahasakan adalah: keinginan untuk menjadikan pria menarik sebagai pasangan jangka panjang bervariasi sesuai dengan nilai excitement-nya. Menurutku, mengartikan excitement itu secara mudahnya adalah sesuatu yang membuat jantungmu berdetak lebih kencang dari biasanya. Yeah, you know the drill lah ya. Untuk pembahasan selanjutnya, excitement value akan aku sebut sebagai nilai penggembira (mau pake nilai pembahagia, tapi nampaknya bahagia has a deep meaning to it, kan lagian kalau bahagia identiknya dengan happy bukan excitement ya) hihi

Paper ini menurutku menarik, karena perempuan itu tanpa sadar sebenarnya punya panduan tak tertulis tentang bagaimana cara memilih partner hidup. Salah satu yang dianggap penting adalah nilai-nilai yang dipegang oleh pria. Nilai penggembira ini termasuk di dalamnya adalah apa-apa yang membuat seseorang tertarik baik itu dari segi intelektual, emosional dan seksual.

Bentuk penelitiannya begini:
Sampel yang berjumlah 80 ini ditunjukkan foto-foto orang yang dianggap menarik (sebelumnya sudah disurveykan dulu), setelah itu sambil diperlihatkan foto, ada dua skenario yang terjadi.

Skenario pertama, tim peneliti mendeskripsikan orang dalam foto tersebut. Misalnya: foto cowo yang wajahnya menarik dengan narasi: “Rodrigo likes to live for the moment and to satisfy all his desires. He enjoys challenges and unknown situations, and is always looking for risky adventures. He needs to have frequent sexual intercourses to feel sexually satisfied.”

Ada juga skenario dimana sampel diperlihatkan foto tapi tidak diberi narasi atau deskripsi apapun mengenai orang dalam foto.

Lalu si sampel akan menilai seberapa besarkah keinginan kamu untuk menjadikan orang dalam foto sebagai pasangan jangka panjang. Begitu.

Hasilnya adalah bahwa perempuan lebih mengutamakan hal yang berkaitan dengan kepribadian.
“Aku sih yang penting dia soleh” is real. Justru foto pria yang menarik dengan nilai penggembira tidak digandrungi karena pria tersebut dianggap rentan tidak setia.

Selain itu, hasil lainnya adalah tentang lawan jenis, gimana kalau pria yang jadi sampelnya?
Awalnya si peneliti menduga bahwa, logikanya kalau pria mau memilih pasangan jangka panjang, minimal si pria ini memperhitungkan tentang kemampuan seorang perempuan untuk menjadi ibu, atau kemampuan seorang perempuan dalam menjadi istri. Dan si peneliti berasumsi bahwa kalau dia punya nilai penggembira yang tinggi, artinya dia bikin kamu deg-degan karena dia tuh menantang, dia tuh bukan good wife or mother material.

Ternyata tidak guys. Hasilnya tidak berbeda jauh dari apa yang kamu pikirkan. Pria lebih memilih perempuan dengan foto yang menarik, dibanding dengan narasi apakah seorang perempuan yang punya nilai penggembira itu bagus ga sih untuk jadi pasangan jangka panjang. Karena ternyata, dikasih narasi nilai penggembira pun, pria-pria tetap memilih perempuan cantik.

Jadi what makes you excited? Is it face or heart?

Of course, I agree with this research.
HEART.

I am always excited to see kindness.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Perempuan Jepang Membuang Bekas Pembalut

Selama hidup di Jepang, hal yang paling berkesan untukku adalah tiada hari berlalu tanpa pembelajaran. Bahkan ketika aku di rumah aja ngga ngapa-ngapain, aku tetap dapet pembelajaran baru. Jadi suatu pagi… aku lagi di apartemen aja kan biasa pengangguran laten [ gaya abiesz, bilang aja kosan Pak Ruslan versi fancy wkwk ], dan temen sekosanku yang orang jepang, dia nyimpen bungkus pembalut di kamar mandi. Hmm oiya kita tuh kamar mandinya shared, cuma beda kamar bobo aja. Jadi dia narohnya di salah satu papan yang ada di atas WC duduk gitu, biasanya di papan tersebut kita simpen tissue cadangan atau pengharum ruangan di situ. Oke dia lagi menstruasi. Tapi ini untuk pertama kalinya aku nemuin sampah yang digeletakin gitu aja. Nah, buat kalian yang ngga tau pembungkus pembalut yang mana, ini aku sertakan gambar… karena kebetulan aku lagi rajin dan lagi mens juga. Jadi ini pembalut… Dan ini bungkusnyaaa… yang mana tergeletak di WC tadi. Aku langsung bingung, ih tumben banget kok ngga

Apakah menulis essay dengan bantuan bot itu etis?

Beberapa hari lalu sempet liat postingan di twitter mengenai bot yang bisa menulis essay , konon… bisa mempermudah pekerjaan mahasiswa. HAHAHA. Sebagai seseorang yang bekerja di lingkungan akademisi, cuma menggeleng kepala. Hey nanti kalau pekerjaan kamu di masa depan diambil alih bot, jangan salahin bot-nya ya! Kan emang bot nya toh yang selama ini belajar. Sungguh terlalu, Martinez! Martinez siapa ang? Gatau…. Pengen aja mencela, tapi ga mungkin mencela menggunakan nama Bambang, karena itu nama dosenku ☹ Berdasarkan taksonomi Bloom, mensintesis atau create itu letaknya pada hirarki paling tinggi. Jelaslah kalau menciptakan tulisan yang berisi ide, gagasan dan mensistemasinya dalam kesatuan paragraf bukan sembarang yang mampu melakukannya. Diperlukan kemampuan berpikir level yang tinggi atau high order thinking skill . 😙 Meskipun entah kenapa menurutku, essaybot ini keliatan banget bot nya. Tulisannya ga punya sentuhan manusia, kaya ga punya hati.. WOW itu tulisan apa mantan deh

Ada Apa dengan Mas-Mas Jawa?

Kalau kamu adalah seorang perempuan, apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata ‘Mas-Mas Jawa’? Apakah seksi, idaman, gagah, karismatik terlintas meski hanya sekilas? Tak dipungkiri lagi mas-mas jawa adalah komoditas utama dalam pencarian jodoh. Cewe-cewe entah kenapa ada aja yang bilang, “pengen deh dapet orang jawa.” Alasannya macem-macem mulai dari yang sekedar impian masa kecil, pengen aja, sampe dapet wangsit dari mbah Jambrong. Saya ngga ngelak, pria jawa memang identi dengan kualitas terbaik. Mungkin Abang, Aa, Uda, Bli, Daeng, atau Bung juga suka merasa daya saing di pasar rendah, apakah dikarenakan passing grade Si Mas-Mas tinggi? Atau karena ada quality control sebelum masuk pasar? Hmm. Mari disimak beberapa hal yang membuat mas jawa menjadi undeniable (ngga bisa ditolak) 1. Killer smile Mungkin tatapannya orang Jerman atau seringainya kumpeni itu bisa membunuh. Tapi untuk seorang mas-mas jawa, yang membunuh itu senyum. Bikin klepek-klepek. Takar

Bumiayu

Welcome to the beautiful earth! Bumiayu. Back then I used to speak flawless javanese. But now, you can’t even tell that i ever had medok accent (aku ora ngapusi iki). Bumiayu was the first place I learned about manner and etiquette. Javanese have different level of politeness in their language. They have kromo javanese and ngoko javanese. Kromo javanese used to talk with the elderly and someone that you should respect, whereas ngoko javanese is used when you’re talk to your friend or your junior. The same thing happened with Japanese and Korean. They do had formal and informal language.