Skip to main content

Entry 2 - Gratitude Journal: Tuhan Maha Cinta

Judul dari gratitude journal diambil dari lagu yang sedang aku dengarkan. Kali ini lagunya Nidji, band yang bikin aku disko di atas meja kelas ketika jam kosong. Lagu Tuhan Maha Cinta menjadi lagu yang aku dengarkan berulang, terlebih kalau aku ingin menyerah. Menyerah dan berpasrah itu tipis garisnya, makanya orang sering kepleset.

Hari ini tanggal 24 Desember 2021  jam 22.20, bersyukur untuk:

1. Daging sapi bumbu kecap buatan ibu, mie goreng yang rasanya setia tak pernah ubah, baso kanzler (list bersyukur nampak seperti list apa saja yang aku makan ya?) tapi tentu aku bersyukur atas apa yang aku makan. Semuanya enak dan membuatku mengingat bahwa makanan juga bisa jadi source of joy.. Bukankah itulah alasan sakral kenapa makanan mempersatukan dan membuat penyantapnya bisa tersenyum, bahkan makanan mampu melahirkan ingatan dan memori tentang cinta.


2. Buku yang sedang aku baca yang berjudul Human. Ternyata penulisnya Brandon Stanton, yang mengkurasi Human of New York. Dengan format yang sama, Kakak Brandon menukil magic dalam keterbukaan manusia ketika sedang bercerita. Jadi inget sama ceramahnya Edgar Hamas, yang bilang kalau persentase isi Al-Qur'an sebagian besar adalah cerita. Memang cerita punya daya magisnya sendiri. Buku Kak Brandon tentang human juga isinya penuh hidangan, dan hidangannya selalu ala rumah makan padang, penuh dari ujung ke ujung dan isinya bikin kita kenyang (kalau ga mau dibilang menggemukkan)


3. Pembalut ramah lingkungan sustaination yang gak bocor padahal lagi hari kedua. Hari kedua yang notabene selalu ngucur deras, tapi ternyata keadaan aman terkendali. Bersyukur lainnya adalah nyucinya gampang, darah yang tertampung di pembalut mudah dihilangkan, ga harus sampe disikat, cuman dikucek pake sabun, karena sabunnya Dettol Onzen jadi wangi. Mungkin tantangan selanjutnya adalah pake pembalut ramah lingkungan ini sambil travelling atau pas ada acara untuk ngecek seberapa aman terkendali dengan variabel baru yang kesulitannya dinaikkan.


4. Sahabat-sahabatku. Sangat klise, tapi sahabatku akan selalu menjadi alasanku ingin terus bersyukur, karena kehadiran mereka meski seringkali tidak ada gunanya, tapi memberi arti tak ternilai sehingga membuatku melihat hidup jadi sedikit lebih baik-baik saja. Notable mentions: Siro yang posting foto bersama rekan kerjanya, glad to see her smile. Kak Acha with her kind words, dang it makes me teary. Dyen yang menawarkan diri ngajarin naik motor karena mendadak ku bilang pengen beli motor tapi ga bisa bawanya.


5. Ini hari jum'at. Meski hari ini aku sedikit repot dengan permintaan tiba-tiba terkait laporan keuangan, dan aku mengalami kesulitan dengan revisi paper. Aku masih bersyukur dengan datangnya hari jum'at. Artinya aku bisa banyak membaca dan menghabiskan waktu untuk diri sendiri dan teman. 

5.a. LURUH CINTAKU WIWIK SAGITA OM SERA FULL VARIASI 2021. Semua akan koplo pada waktunya.


This was probably what God said to us on His throne.


Comments

Popular posts from this blog

Cara Perempuan Jepang Membuang Bekas Pembalut

Selama hidup di Jepang, hal yang paling berkesan untukku adalah tiada hari berlalu tanpa pembelajaran. Bahkan ketika aku di rumah aja ngga ngapa-ngapain, aku tetap dapet pembelajaran baru. Jadi suatu pagi… aku lagi di apartemen aja kan biasa pengangguran laten [ gaya abiesz, bilang aja kosan Pak Ruslan versi fancy wkwk ], dan temen sekosanku yang orang jepang, dia nyimpen bungkus pembalut di kamar mandi. Hmm oiya kita tuh kamar mandinya shared, cuma beda kamar bobo aja. Jadi dia narohnya di salah satu papan yang ada di atas WC duduk gitu, biasanya di papan tersebut kita simpen tissue cadangan atau pengharum ruangan di situ. Oke dia lagi menstruasi. Tapi ini untuk pertama kalinya aku nemuin sampah yang digeletakin gitu aja. Nah, buat kalian yang ngga tau pembungkus pembalut yang mana, ini aku sertakan gambar… karena kebetulan aku lagi rajin dan lagi mens juga. Jadi ini pembalut… Dan ini bungkusnyaaa… yang mana tergeletak di WC tadi. Aku langsung bingung, ih tumben banget kok ngga

Bumiayu

Welcome to the beautiful earth! Bumiayu. Back then I used to speak flawless javanese. But now, you can’t even tell that i ever had medok accent (aku ora ngapusi iki). Bumiayu was the first place I learned about manner and etiquette. Javanese have different level of politeness in their language. They have kromo javanese and ngoko javanese. Kromo javanese used to talk with the elderly and someone that you should respect, whereas ngoko javanese is used when you’re talk to your friend or your junior. The same thing happened with Japanese and Korean. They do had formal and informal language.

Ada Apa dengan Mas-Mas Jawa?

Kalau kamu adalah seorang perempuan, apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata ‘Mas-Mas Jawa’? Apakah seksi, idaman, gagah, karismatik terlintas meski hanya sekilas? Tak dipungkiri lagi mas-mas jawa adalah komoditas utama dalam pencarian jodoh. Cewe-cewe entah kenapa ada aja yang bilang, “pengen deh dapet orang jawa.” Alasannya macem-macem mulai dari yang sekedar impian masa kecil, pengen aja, sampe dapet wangsit dari mbah Jambrong. Saya ngga ngelak, pria jawa memang identi dengan kualitas terbaik. Mungkin Abang, Aa, Uda, Bli, Daeng, atau Bung juga suka merasa daya saing di pasar rendah, apakah dikarenakan passing grade Si Mas-Mas tinggi? Atau karena ada quality control sebelum masuk pasar? Hmm. Mari disimak beberapa hal yang membuat mas jawa menjadi undeniable (ngga bisa ditolak) 1. Killer smile Mungkin tatapannya orang Jerman atau seringainya kumpeni itu bisa membunuh. Tapi untuk seorang mas-mas jawa, yang membunuh itu senyum. Bikin klepek-klepek. Takar

Apakah menulis essay dengan bantuan bot itu etis?

Beberapa hari lalu sempet liat postingan di twitter mengenai bot yang bisa menulis essay , konon… bisa mempermudah pekerjaan mahasiswa. HAHAHA. Sebagai seseorang yang bekerja di lingkungan akademisi, cuma menggeleng kepala. Hey nanti kalau pekerjaan kamu di masa depan diambil alih bot, jangan salahin bot-nya ya! Kan emang bot nya toh yang selama ini belajar. Sungguh terlalu, Martinez! Martinez siapa ang? Gatau…. Pengen aja mencela, tapi ga mungkin mencela menggunakan nama Bambang, karena itu nama dosenku ☹ Berdasarkan taksonomi Bloom, mensintesis atau create itu letaknya pada hirarki paling tinggi. Jelaslah kalau menciptakan tulisan yang berisi ide, gagasan dan mensistemasinya dalam kesatuan paragraf bukan sembarang yang mampu melakukannya. Diperlukan kemampuan berpikir level yang tinggi atau high order thinking skill . 😙 Meskipun entah kenapa menurutku, essaybot ini keliatan banget bot nya. Tulisannya ga punya sentuhan manusia, kaya ga punya hati.. WOW itu tulisan apa mantan deh