Skip to main content

Los Dol Ndang Lanjut Lehmu Wasapan…

Lagu ini sebenarnya tentang perselingkuhan, tapi mengapa si penyanyi yang menjadi korban perselingkuhan, malah merelakan pasangannya untuk terus berselingkuh…. Dan bahkan bertanya apakah kuota internetnya habis untuk kemudian diberi penawaran akan diisi lagi. MATAMU PICEK A??!!

Selaku seseorang yang tidak pernah berselingkuh dan (setauku) tidak pernah diselingkuhi wkwk, aku paling ngga bisa relate sama cerita perselingkuhan. UOPOOOO sih.

Pun ketika ada sebuah drama korea sangat hits berjudul Married World, yang tentang perselingkuhan, aku hanya bertahan satu episode karena ceritanya sangat mudah ditebak dan kurang menggigit. Mungkin karena aku ngga pernah diselingkuhin atau ngga pernah ada perasaan takut diselingkuhin. Ngga paham juga kenapa..

Intinya… setiap orang yang mau terjun masuk dalam relationship harusnya mampu menakar bahwa risiko pasangan kita berselingkuh itu pasti ada. Yang penting kita harus tahu.. kita harus ngapain dan bisa melakukan apa saat perselingkuhan terjadi. Aku kadang suka heran sama orang yang selingkuh, kok ya rasa ingin berselingkuh itu ngga bisa ditahan dengan kesadaran bahwa “kita saling mencintai dan tidak ingin saling melukai.” 

Oh well. Shit happened, Ang.

Menurutku sendiri, perselingkuhan itu bisa dikategorikan jadi dua berdasarkan sifatnya. Yang bisa dimaafkan dan yang tidak bisa dimaafkan. Yang bisa dimaafkan adalah perselingkuhan secara emosional yang tidak attached sama sekali, misalnya kalau pasanganku naksir banget sama idol jepang atau koriya... gapapa sok aja, kamu suka perempuan lain... malah biasanya aku mendukung karena aku pengen memahami apa yang disukai pasanganku. Emotional tidak attached artinya seseorang suka tapi ya sebatas suka aja, ngga melakukan apa-apa atas perasaan tersebut. Bahkan ketika pasanganku masih suka tipis-tipis sama cinta pertamanya misalnya, aku ngga akan ambil pusing karena yang penting… cintanya untuk aku dan masa depannya disusun dengan aku. Najis banget akuu wkwk bucin detected.

Perselingkuhan yang ngga bisa dimaafkan tentu berkaitan dengan selingkuh secara fisik. Kenapa ngga bisa dimaafkan? Karena bagiku akan sulit dilupakan. Nah, kebanyakan perempuan suka salah ambil langkah di tahap ini, mencoba tegar biar kaya drama suara hati isteri indosiar, tapi dalam realitanya mereka pasti ngga lupa dan ungkit-ungkit kesalahan tersebut ketika terjadi pertengkaran. HALAHHH~

Makanya kalau misal kejadian pacarku selingkuh secara fisik, sudah OUT. Akan kuhapus keberadaannya dari kehidupanku. Kamu ga bisa masuk lagi. Oh tentu… Memang ini belum pernah terjadi sebelumnya, tapi aku rasa aku sangat disiplin dalam berpikir dan bisa melakukan apa saja yang sudah aku pikirkan.

Menurutku batasan-batasan apa yang boleh, apa yang tidak disukai, dan apa yang tidak bisa ditolerir… harusnya dikomunikasikan dengan pasangan dan jelas rambu-rambunya. Biar sama-sama enak. Dan juga menghindari perselisihan pendapat nantinya.

Entah bagaimana, aku bersyukur punya mantan semuanya baik banget. Semuanya putus karena aku putusin hahaha, dan putusnya pun semuanya terhormat. WKWK APAAN BANGET~ Putus yang paling bener emang karena perbedaan value. Tapi putus paling melegakan itu karena keinginan untuk melindungi satu sama lain. AHZEEEK.

Balik lagi ke perselingkuhan, kalau aku lihat orang yang pernah diselingkuhin, mereka yang diselingkuhin biasanya luluh lantak banget hidupnya. Sepanjang memerhatikan para korban perselingkuhan, mereka seolah masih kaya ada yang belum selesai. Seakan bingung sebenernya mereka salah apa dan kurangnya dimana kok sampe digituin, KAMU TETETETETGAAA! Makanya tadi aku bersyukur sama mantan-mantanku. HMMM.. Masalahnya kebrengsekan orang itu kan ga bisa dikontrol ya, dan lagi-lagi yang harus dikontrol dan didisiplikan adalah pemikiran kita sendiri. Yang brengsek kan yang selingkuh, kenapa yang sakit dan babak belurnya yang diselingkuhin hayooo…

Mungkin pencipta lagu LOS DOL ini ngalamin diselingkuhin, tapi orangnya powerful banget deh gaes, kok bisa gitu udah diselingkuhin tapi malah nawarin kuota(?) Sungguh sebuah kearifan lokal warga Jawa yang menakutkan. Pasti screenshot WA-nya mau dikumpulkan dulu sebagai barang bukti biar bisa dilaporkan untuk sengketa harta gono-gini kan? TAU KOK AKUUU!! Hmm. Jangan kamu kira bidadari itu polos ya. Wkwk.

Jugaaa... Aku mau bilang, beberapa orang yang diselingkuhi memang punya strategi seperti itu… untuk membunuh dalam diam, menghancurkan dengan senyuman, dan membuat hidup pelaku berantakan. Sebut saja, beberapa kasus mbak-mbak yang spill suaminya selingkuh dengan pelakor dalam bentuk postingan story Instagram dan kemudian viral melalui thread di twitter. Alhasil, si mas-mas pelaku perselingkuhan dipecat dari pekerjaan, bahkan si pelakor juga turut dipecat. Sudah begitu mereka juga memperoleh sanksi sosial yakni dibully satu jagat dunia maya.

Aku sendiri sesungguhnya menikmati pertunjukkan tersebut. Well played. Tapi di sisi lain, aku sesungguhnya khawatir akan hal-hal yang (mungkin) tidak aku ketahui. Jadi biasanya aku memilih diam saja. Kita semua tidak pernah tahu bagaimana kondisi yang sebenarnya, bahkan ketika kita menanyakan kondisi diri kita sendiri, kadang kita juga tidak tahu… Maka dari itu, mungkin saat ini kita bisa menjadi pihak yang menyalahkan perilaku tersebut. Tapi kelak… bisa jadi apa yang kita benci, sesungguhnya ada di diri kita… 

Los dol ndang lanjut leh mu wasapan, cek paket datane yen entek, modaro cuk… Astagfirullahaladzim 33x.

 


Yang tidak pernah berselingkuh,

 

Aang

Comments

Popular posts from this blog

10 Lagu #RekomendasiAang

Postingan kali ini akan terasa mudah karena saya suka mendengarkan lagu dan saat bosan melanda yang saya lakukan adalah update tentang musik. Lagu ini mungkin mood-nya akan terasa berlainan satu sama lain, tapi percayalah lagu ini menurut saya sangat menarik, entah itu musiknya atau liriknya. Jadi hari ini, kalau kuota melimpah, kenalilah saya lebih dekat dengan mendengarkan apa yang pernah saya dengarkan. Niscaya waktumu terbuang percuma. Tapi setidaknya kamu tahu apa yang aku sukai. Dan mungkin kelak kamu bisa berbagi tentang apa yang menurutmu aku akan menyukainya juga. Cekidot! 1. ONE OK ROCk – Stand Up Fit In  Video dari lagu ini mengingatkan saya pada encek-encek yang jago kimia, dan makanannya sebenernya enak. Tapi masih dinyinyirin warga so penting. Liriknya anak SMA banget sih, merasa kalau diri sendiri ga bisa ‘fit in’, terus dengan mata penuh tanya dan kejengahan, si encek mulai beradaptasi jadi encek amerikan. Sampe durhaka kepada umi dan abi, jadi aja

Dirasakan Kuat

Jujur saja aku tidak tahu apa yang harus aku tulis hari ini, karena sepanjang hari aku terlalu sibuk sehingga tidak sempat untuk meluangkan waktu untuk menulis secara khusus. Ketika aku menulis ini, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hmm. Seringkali waktu berlalu begitu saja hingga aku lupa apa saja yang telah terjadi dalam sehari. Oiya tema postingan kali ini adalah “something for which you feel strongly” . Menurutmu ini maksudnya apa sih? Apakah maksudnya itu hal-hal yang aku merasakan keterikatan yang kuat? Kok aku nangkep nya begitu ya.. Kalau salah tolong dikoreksi di kolom komentar ya! (Ciyaaa, ala yucuber deh jadinya) Aku tidak bisa berpikir dengan jernih apa sesungguhnya hal yang membuatku merasakan keterikatan yang kuat. Bagaimana kalau kita membicarakan tentang hal apa yang dirasakan secara kuat oleh Ohwada-Sensei? Random sekali aang ini ya -__- Ini karena aku tidak begitu tertarik pada apapun, itulah jalan ninjaku. Jadi mari berkenalan sedikit ten

Sebuah Keresahan Bersama

Katanya kaum millennials memiliki kesamaan, rentang tahun kelahiran yang sama sehingga menyebabkan kondisi saat dibesarkan sama, lantas berakibat pada persamaan masalah yang dihadapi. Contoh: Meski telah lulus masih menjadi beban orangtua. Meski sukuk laris dibeli kaum kita, tapi rumah tetap masih ngontrak. Meski semakin gencar viralnya nikah muda dan nikah murah, toh yang melajang grafiknya tak pernah turun. Meski isi Instagram semakin seragam dengan foto bayi, toh tabungan pendidikan anak belum terpikir. Meski pekerjaan banyak dan menumpuk, distraksi media social masih saja jadi penyakit dan kita nampaknya tidak ingin sembuh. Kesadaran akan kesehatan mental membuat mental semakin tidak sadar. Sedikit cemas, banyak rindunya. Itu kata Payung Teduh sih, hehe. Kemarin aku belajar bahwa dalam hidup ini banyak sekali orang yang toxic , andai sebelum berkenalan pada setiap diri manusia ada label precaution. Tentulah kita hanya hidup sendirian. Di minggu lalu aku jug

Apakah menulis essay dengan bantuan bot itu etis?

Beberapa hari lalu sempet liat postingan di twitter mengenai bot yang bisa menulis essay , konon… bisa mempermudah pekerjaan mahasiswa. HAHAHA. Sebagai seseorang yang bekerja di lingkungan akademisi, cuma menggeleng kepala. Hey nanti kalau pekerjaan kamu di masa depan diambil alih bot, jangan salahin bot-nya ya! Kan emang bot nya toh yang selama ini belajar. Sungguh terlalu, Martinez! Martinez siapa ang? Gatau…. Pengen aja mencela, tapi ga mungkin mencela menggunakan nama Bambang, karena itu nama dosenku ☹ Berdasarkan taksonomi Bloom, mensintesis atau create itu letaknya pada hirarki paling tinggi. Jelaslah kalau menciptakan tulisan yang berisi ide, gagasan dan mensistemasinya dalam kesatuan paragraf bukan sembarang yang mampu melakukannya. Diperlukan kemampuan berpikir level yang tinggi atau high order thinking skill . 😙 Meskipun entah kenapa menurutku, essaybot ini keliatan banget bot nya. Tulisannya ga punya sentuhan manusia, kaya ga punya hati.. WOW itu tulisan apa mantan deh