Skip to main content

Home Sweet Home

Telat nih ngetiknya, tapi selamat ya. Catatan luka udah rampung. Fin. Yep, akhirnya. After all this time, kalau kata prof Snape. Hihi. Mau cerita tentang diary baru dan ngepost salah satu tulisannya. Nama diary baru ini Home Sweet Home, ga ribet sih alasannya karena sampul depan tuh buku ada tulisannya kaya gitu. Jadilah. Tapi sebelum itu mau curhat dulu.
Jadi kemarin-kemarin hari selasa 10 Maret saya berduka, papih saya jatuh dari motor, saya sih sebenernya biasa aja, karena saya tahu kalau papih saya jago dalam berkendaraan dan bukan tipe yang akan jatuh dengan mudah. Yang bikin saya kalap adalah telpon dari ibu saya yang bilang kalau jatuhnya itu karena knalpotnya lepas. Ngga ngerti kronologinya gimana dan logika macam apa yang make sense, kok knalpot bisa lepas. Emang gigi palsu apa. Sebel juga.. Motornya sendiri emang rusak, pas dipake jadi rusak dan papih gawatnya jatuh ke aspal, tau sendiri aspal itu sekeras hati orang dzolim. Dan jatuhnya di dada. Mamih kayanya di ujung telpon udah nangis gitu pas cerita, saya juga nangis sih, cuma sok kuat dan suaranya masih netral, kalau mamih saya suaranya udah kedengeran banget bergetar. Mungkin ini pertama kalinya. Keluarga saya bukanlah tipe yang ceroboh kaya gitu. Kata mamih saya juga, untung pas papih kamu jatuh ngga ada mobil lewat. Kalau ada mungkin uda mati.. gitu katanya. takut banget saya langsung. Sedih juga. Terus saya abis nutup telponnya baru nangis sampe jam 3 pagi, ya kadang-kadang berhenti bentar terus lanjut lagi. Sedih aja. Kenapa? Karena satu, saya ngga ada disana. Dua, saya ngga tahu harus apa buat bantu mereka. Tiga, saya baru sadar kalau mereka itu manusia dan suatu saat bakal ngga ada. pikiran tolol kaya gitu mendadak menyeruak bikin saya ngerasa ngga berguna. Gila. Sementara itu saya makin khawatir dan cemas.

Saya tipe yang jarang banget ceritain masalah saya ke orang lain. Tapi kali ini saya akhirnya bilang ke sahabat alkanal, minta saran gimana cara ngilangin rasa cemas gelisah ngga jelas gini, mereka sepakat nyuruh saya pulang aja daripada di bandung jadi pikiran. Ini sulit. Temen-temen saya ngasih pilihan yang bagus, tapi masalahnya adalah mamih saya ngga minta saya pulang. Saya mikir. Apakah dia lagi ngelindungin saya dengan cara ngga mau ngerepotkan saya? Hei, saya anaknya, wajar kalau direpotkan. Mungkin dia punya alasan, tapi apa? Saya mikir lagi. Mungkin mamih saya menganggap papih saya dan mamih saya cukup dewasa untuk mengatasi kejadian kali ini, dan saya ngga perlu terlibat didalamnya atau hanya akan memperkeruh suasana. Saya pikir mamih saya tahu apa yang paling dia butuhkan saat ini, bukan kehadiran saya, melainkan beliau hanya bilang “doakan ya papih biar cepat sehat dan cepet nyari duit lagi”. Lalu saya berdoa, untuk kesembuhan papih, saya juga minta ketenangan hati dan minta didewasakan atas kejadian kali ini.

Akhirnya saya bilang sama diri saya sendiri untuk ngga pulang dan liat keadaan sehari lagi. Kalau ada apa-apa saya akan segera meninggalkan dan meluncur ke rumah. Alhamdulillah, papih membaik. Malam minggunya saya udah bisa denger lagu hiphop dan joget sendiri karena beberapa hari lalu stress banget sama pemikiran yang dibikin sendiri. Hadeuh.

Nah akhirnya kita sampailah pada tujuan postingan ini yang sesungguhnya, saya ingin membicarakan diary baru, huhu ada hubungannya sama cerita di atas karena isi diary yang dishare kali ini setelah kejadian itu. Saya nulis pake bahasa inggris dong, gaul ye.

12 Maret 2015

Sometimes I think it’s okay to feel not okay. I know bad news never have good times. It’s okay to cry and feel sad. But don't too long. You got life to do. Stay together with your beloved one, with your cherished friends, grow stronger than yesterday. In this cruel life, you’ll need something to protect, I promise myself today to be nice to everyone. You still don’t know who is the good one and the bad one. But nice people always trying to do nice things to nice people. I’ll pray for your smile, your courage, and your strength. Know yourself, be happy and you’ll know that chance of living are worth it.

Whatever comes, let it come. What stays, let it stay. What goes, let it go. Sometimes we wished we could photoshopped our memory. Just like a picture that tells everything, maybe a little lie won’t hurt, right? But you know after a massive heartache, you will understand. Now what to do is just enjoy every single moment that comes, whether it brings joy or sorrow. Always remember that you are loved.

Sometimes in the future, if you are having a bad time..give yourself time to feel sad and cry and then move on from it. This too shall pass. You know why we fall? So we can learn to pick ourselves up, maybe people will hurt you in ways you never thought, just remember that the pain never lasts forever. So stop wasting your time to feel miserable. Good and bad thing happen in life. You just have to keep living and not stress over what you can’t control. Be thankful for the bad things in life. They open your eyes to see the good things you weren't paying attention before. No one has a perfect life. Everyone has a problem. Some people just know how to deal with it in a perfect way.

God, grant me the serenity to accept the things that I can’t change, courage to change the things I can, and wisdom to know the different.

Comments

Popular posts from this blog

10 Lagu #RekomendasiAang

Postingan kali ini akan terasa mudah karena saya suka mendengarkan lagu dan saat bosan melanda yang saya lakukan adalah update tentang musik. Lagu ini mungkin mood-nya akan terasa berlainan satu sama lain, tapi percayalah lagu ini menurut saya sangat menarik, entah itu musiknya atau liriknya. Jadi hari ini, kalau kuota melimpah, kenalilah saya lebih dekat dengan mendengarkan apa yang pernah saya dengarkan. Niscaya waktumu terbuang percuma. Tapi setidaknya kamu tahu apa yang aku sukai. Dan mungkin kelak kamu bisa berbagi tentang apa yang menurutmu aku akan menyukainya juga. Cekidot! 1. ONE OK ROCk – Stand Up Fit In  Video dari lagu ini mengingatkan saya pada encek-encek yang jago kimia, dan makanannya sebenernya enak. Tapi masih dinyinyirin warga so penting. Liriknya anak SMA banget sih, merasa kalau diri sendiri ga bisa ‘fit in’, terus dengan mata penuh tanya dan kejengahan, si encek mulai beradaptasi jadi encek amerikan. Sampe durhaka kepada umi dan abi, jadi aja

Dirasakan Kuat

Jujur saja aku tidak tahu apa yang harus aku tulis hari ini, karena sepanjang hari aku terlalu sibuk sehingga tidak sempat untuk meluangkan waktu untuk menulis secara khusus. Ketika aku menulis ini, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hmm. Seringkali waktu berlalu begitu saja hingga aku lupa apa saja yang telah terjadi dalam sehari. Oiya tema postingan kali ini adalah “something for which you feel strongly” . Menurutmu ini maksudnya apa sih? Apakah maksudnya itu hal-hal yang aku merasakan keterikatan yang kuat? Kok aku nangkep nya begitu ya.. Kalau salah tolong dikoreksi di kolom komentar ya! (Ciyaaa, ala yucuber deh jadinya) Aku tidak bisa berpikir dengan jernih apa sesungguhnya hal yang membuatku merasakan keterikatan yang kuat. Bagaimana kalau kita membicarakan tentang hal apa yang dirasakan secara kuat oleh Ohwada-Sensei? Random sekali aang ini ya -__- Ini karena aku tidak begitu tertarik pada apapun, itulah jalan ninjaku. Jadi mari berkenalan sedikit ten

Sebuah Keresahan Bersama

Katanya kaum millennials memiliki kesamaan, rentang tahun kelahiran yang sama sehingga menyebabkan kondisi saat dibesarkan sama, lantas berakibat pada persamaan masalah yang dihadapi. Contoh: Meski telah lulus masih menjadi beban orangtua. Meski sukuk laris dibeli kaum kita, tapi rumah tetap masih ngontrak. Meski semakin gencar viralnya nikah muda dan nikah murah, toh yang melajang grafiknya tak pernah turun. Meski isi Instagram semakin seragam dengan foto bayi, toh tabungan pendidikan anak belum terpikir. Meski pekerjaan banyak dan menumpuk, distraksi media social masih saja jadi penyakit dan kita nampaknya tidak ingin sembuh. Kesadaran akan kesehatan mental membuat mental semakin tidak sadar. Sedikit cemas, banyak rindunya. Itu kata Payung Teduh sih, hehe. Kemarin aku belajar bahwa dalam hidup ini banyak sekali orang yang toxic , andai sebelum berkenalan pada setiap diri manusia ada label precaution. Tentulah kita hanya hidup sendirian. Di minggu lalu aku jug

Apakah menulis essay dengan bantuan bot itu etis?

Beberapa hari lalu sempet liat postingan di twitter mengenai bot yang bisa menulis essay , konon… bisa mempermudah pekerjaan mahasiswa. HAHAHA. Sebagai seseorang yang bekerja di lingkungan akademisi, cuma menggeleng kepala. Hey nanti kalau pekerjaan kamu di masa depan diambil alih bot, jangan salahin bot-nya ya! Kan emang bot nya toh yang selama ini belajar. Sungguh terlalu, Martinez! Martinez siapa ang? Gatau…. Pengen aja mencela, tapi ga mungkin mencela menggunakan nama Bambang, karena itu nama dosenku ☹ Berdasarkan taksonomi Bloom, mensintesis atau create itu letaknya pada hirarki paling tinggi. Jelaslah kalau menciptakan tulisan yang berisi ide, gagasan dan mensistemasinya dalam kesatuan paragraf bukan sembarang yang mampu melakukannya. Diperlukan kemampuan berpikir level yang tinggi atau high order thinking skill . 😙 Meskipun entah kenapa menurutku, essaybot ini keliatan banget bot nya. Tulisannya ga punya sentuhan manusia, kaya ga punya hati.. WOW itu tulisan apa mantan deh