Skip to main content

Faqih Vs Sigit


Mereka berdua merupakan nama dua hal yang penting pada fase hidup gw saat ini. Bukan nama manusia, tapi nama benda. Faqih adalah nama skripsi gw. Sebenarnya ngga ada alasan khusus kenapa milih nama itu, awalnya pengen ngasih nama yang bisa dijadiin suatu kalimat kalau marah kaya “Damn It!” atau “F*** You”.. makanya dipilih nama Faqih, soalnya bisa dipanggil What The Faq.. atau Faq iihh!!! gitulah intinya. Tapi akhir-akhir ini lagi pengen ngasih nama Gamaliel ke barang, soalnya ada lagu gamaliel yang ngecover seberapa pantas dan itu keren banget.. ha ngaco nih omongannya.

Sebelum makin ngaco, ada satu lagi yang harus dikenalin, namanya Sigit. Ngga susah mikirinnya, karena Sigit merupakan nama HD (hard disk) bermerk Seagate yang akhirnya kebeli juga setelah nabung dari uang hasil ngeprivate.

Kebetulan gw lagi jadi mahasiswa tingkat akhir dan percaya atau ngga mulai mengalami banyak kesulitan dalam nyusun skripsi. Salah satu hambatan sebenernya diri sendiri yang terlalu malas untuk memulai, di saat sudah mau berduaan bersama Faqih, Sigit seolah memancarkan sinar cemburu berwarna orange keemasan, dan hati yang lemah ini pun kemudian tergoda.

Karena kemarin baru ngestock banyak anime dan drama, baik itu drama jepang dan korea, semuanya diembat. Gw selalu mikir ngga ada yang ngga punya manfaat, termasuk nonton drama atau anime. Pertama kita bisa sedikit-sedikit belajar bahasanya, budanya. Kedua kita juga menemukan banyak potongan kehidupan baru yang mungkin ngga akan terjadi sama hidup kita, tapi tetep menarik untuk disaksikan atau bahkan dipertanyakan untuk selanjutnya didiskusikan. Ketiga kita juga bisa nambah temen, karena sekarang topik anime atau drama korea sudah jadi bahan obrolan yang universal saking banyaknya orang yang mengetahuinya. Sebenernya saya juga termasuk orang yang universal. Karena ngga terlalu milih-milih tontonan dan ngga spesifik suka sama satu hal aja, apapun yang direkomendasiin temen yang taste nya terpercaya pasti gw tonton. Lagian nih ya..gw merhatiin beberapa temen gw yang suka manga dan anime dari kecil entah kenapa kepribadian mereka terbentuk menjadi pribadi yang easy going dan cool, termasuk gw, ahaha.

Faqih itu tanggung jawab gw, kewajiban yang harus gw tunaikan, tapi sama seperti tanggung jawab dan kewajiban lainnya, hal itu kerasa berat dan sulit. Ngga gampang emang, ngga ada satu orangpun yang bilang itu gampang. Skripsi entah dengan kemampuan magis apa dia mengubah hidup semua orang, menjadi lebih stres, menjadi lebih dewasa juga mungkin. Skripsi yang gw garap tentang media pembelajaran, kebetulan tentang web. Yang harus gw lakuin itu langkahnya gw sudah tahu dari awal, mungkin gw butuh suntikan motivasi. Mungkin gw sudah ngerasa terlalu lama dijejalkan informasi demi ujian dan menjadi mesin penghafal. Itu bikin gw tumpul, sampai akhirnya pekerjaan yang menyita kreatifitas ini begitu jadi sangat sulit untuk diselesaikan. Gw pengen nulis ini, gw tahu ini cuma kaya keluhan sesaat saja dimana kita lagi cape-capenya untuk meraih apa yang kita sebut cita-cita. Suatu saat gw udah lulus (pasti gw lulus), gw pengen liat catatan ini lagi dan ngetawain diri gw sendiri betapa gw lemah dulu dan menjadi lebih kuat setelah ngalamin banyak hal.

Sigit adalah sahabat gw, sahabat yang selama ini punya banyak memori dan nyimpen banyak hal yang gw suka di dalamnya, mulai dari anime kesayangan gw sampai foto gw juga disimpen disana. Gw tahu kadang gw masih suka ngga adil sama Faqih karena mata gw buta oleh cinta. Gw egois mencintai diri gw sendiri dan berpikir bahwa hidup hanya sekali dan harus selalu senang. Banyak yang bilang hidup itu perih, gw pun pernah ngalamin, ya contohnya aja pas jari keiris pisau. Gw ngga pengen terlalu dibawa pusing, dibawa beban, dibawa stress, pengennya dibawa santai tapi tetep serius dan progress.

Di awal-awal gw berhadapan dengan skripsi mungkin gw nunjukkin ke orang kalau gw biasa aja, tapi kenyataannya, gw menghabiskan banyak malam untuk baca ratusan jurnal luar negeri demi bisa masukin sepotong kalimat ke latar belakang. Gw pengen ngerjain ini dengan masuk akal, dan berbobot, ngga sekedar nunjukin kemampuan gw menulis tapi juga nunjukin kemampuan gw banyak membaca. Hanya saja kelemahan gw kadang gw malas ngetik, kalau untuk blog sih ngga karena dalam otak ngalir gitu saja, tapi kalau ngetik untuk skripsi kan harus jelas darimananya jadi harus sesuai dengan apa yang dikutip atau apa yang diinterpretasikan. Ya gitulah intinya males ngetik buat skripsi haha. Gw dulu pernah dengar kalau orang yang lagi menuntut ilmu itu dikelilingi banyak setan pengganggu yang jumlahnya hampir 700an, gw dengar dari guru ngaji gw pas SMP, cmiiw ajalah ingatan gw uda karatan. Buktinya aja pas kita belajar ada aja godaannya mulai dari rasa kantuk, temen yang ngajak ngobrol, atau gurunya jadi keliatan ngebosenin. Gw pikir-pikir, apalagi pas lagi ngerjain skripsi ya, berapa banyak jumlah bala tentara setan yang dikerahkan untuk ngeganggu? Mungkin setara dengan 10 kali lipat penduduk galaksi bima sakti, kita sebut saja “infinite number”. Jadi wajar aja kalau kadang emang kita ngerasa itu gangguan seakan kuat banget, itu gangguan setan men! Mungkin yang harus lo lakuin selain ngegarap skripsi, lo juga harus diruqyah! Hehe.

Ya begitulah kiranya yang bisa gw sampaikan saat ini, hanya keluhan seorang yang sangat pemalas dan bodoh yang perlu banyak bimbingan. Semoga dengan menulis ini, tujuannya sih untuk gw sendiri, gw bakal jadi lebih mikir lagi kalau mau milih Sigit, karena gw punya Faqih, sesuatu yang tak terelakkan dan akan menjadi karya berkualias di usia gw yang tahun ini masuk 22. Amin.

PS : gw juga pernah ngeluh tentang skripsi di one note, gw screenshot aja nih ya.














Comments

  1. darlooo, don't you remember. sigit itu babehnya Siwi bukan sihh??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Lagu #RekomendasiAang

Postingan kali ini akan terasa mudah karena saya suka mendengarkan lagu dan saat bosan melanda yang saya lakukan adalah update tentang musik. Lagu ini mungkin mood-nya akan terasa berlainan satu sama lain, tapi percayalah lagu ini menurut saya sangat menarik, entah itu musiknya atau liriknya. Jadi hari ini, kalau kuota melimpah, kenalilah saya lebih dekat dengan mendengarkan apa yang pernah saya dengarkan. Niscaya waktumu terbuang percuma. Tapi setidaknya kamu tahu apa yang aku sukai. Dan mungkin kelak kamu bisa berbagi tentang apa yang menurutmu aku akan menyukainya juga. Cekidot! 1. ONE OK ROCk – Stand Up Fit In  Video dari lagu ini mengingatkan saya pada encek-encek yang jago kimia, dan makanannya sebenernya enak. Tapi masih dinyinyirin warga so penting. Liriknya anak SMA banget sih, merasa kalau diri sendiri ga bisa ‘fit in’, terus dengan mata penuh tanya dan kejengahan, si encek mulai beradaptasi jadi encek amerikan. Sampe durhaka kepada umi dan abi, jadi aja

Dirasakan Kuat

Jujur saja aku tidak tahu apa yang harus aku tulis hari ini, karena sepanjang hari aku terlalu sibuk sehingga tidak sempat untuk meluangkan waktu untuk menulis secara khusus. Ketika aku menulis ini, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hmm. Seringkali waktu berlalu begitu saja hingga aku lupa apa saja yang telah terjadi dalam sehari. Oiya tema postingan kali ini adalah “something for which you feel strongly” . Menurutmu ini maksudnya apa sih? Apakah maksudnya itu hal-hal yang aku merasakan keterikatan yang kuat? Kok aku nangkep nya begitu ya.. Kalau salah tolong dikoreksi di kolom komentar ya! (Ciyaaa, ala yucuber deh jadinya) Aku tidak bisa berpikir dengan jernih apa sesungguhnya hal yang membuatku merasakan keterikatan yang kuat. Bagaimana kalau kita membicarakan tentang hal apa yang dirasakan secara kuat oleh Ohwada-Sensei? Random sekali aang ini ya -__- Ini karena aku tidak begitu tertarik pada apapun, itulah jalan ninjaku. Jadi mari berkenalan sedikit ten

Sebuah Keresahan Bersama

Katanya kaum millennials memiliki kesamaan, rentang tahun kelahiran yang sama sehingga menyebabkan kondisi saat dibesarkan sama, lantas berakibat pada persamaan masalah yang dihadapi. Contoh: Meski telah lulus masih menjadi beban orangtua. Meski sukuk laris dibeli kaum kita, tapi rumah tetap masih ngontrak. Meski semakin gencar viralnya nikah muda dan nikah murah, toh yang melajang grafiknya tak pernah turun. Meski isi Instagram semakin seragam dengan foto bayi, toh tabungan pendidikan anak belum terpikir. Meski pekerjaan banyak dan menumpuk, distraksi media social masih saja jadi penyakit dan kita nampaknya tidak ingin sembuh. Kesadaran akan kesehatan mental membuat mental semakin tidak sadar. Sedikit cemas, banyak rindunya. Itu kata Payung Teduh sih, hehe. Kemarin aku belajar bahwa dalam hidup ini banyak sekali orang yang toxic , andai sebelum berkenalan pada setiap diri manusia ada label precaution. Tentulah kita hanya hidup sendirian. Di minggu lalu aku jug

Apakah menulis essay dengan bantuan bot itu etis?

Beberapa hari lalu sempet liat postingan di twitter mengenai bot yang bisa menulis essay , konon… bisa mempermudah pekerjaan mahasiswa. HAHAHA. Sebagai seseorang yang bekerja di lingkungan akademisi, cuma menggeleng kepala. Hey nanti kalau pekerjaan kamu di masa depan diambil alih bot, jangan salahin bot-nya ya! Kan emang bot nya toh yang selama ini belajar. Sungguh terlalu, Martinez! Martinez siapa ang? Gatau…. Pengen aja mencela, tapi ga mungkin mencela menggunakan nama Bambang, karena itu nama dosenku ☹ Berdasarkan taksonomi Bloom, mensintesis atau create itu letaknya pada hirarki paling tinggi. Jelaslah kalau menciptakan tulisan yang berisi ide, gagasan dan mensistemasinya dalam kesatuan paragraf bukan sembarang yang mampu melakukannya. Diperlukan kemampuan berpikir level yang tinggi atau high order thinking skill . 😙 Meskipun entah kenapa menurutku, essaybot ini keliatan banget bot nya. Tulisannya ga punya sentuhan manusia, kaya ga punya hati.. WOW itu tulisan apa mantan deh