Skip to main content

If I Were A Boy

If I were a boy, I would be bad at it because I don’t really like outdoor activities or sports.
If I were a boy, I would have a plenty of best friend because I usually hang out without any obligation to talk or entertain each other.
If I were a boy, I would just play some online games on the weekend and think how to get a girlfriend, I definitely would google it.
If I were a boy, I would quickly cover my eyes with a pillow and pretend that I am okay when my favourite character in anime died or had sad scars about childhood.
If I were a boy, I would feel unfair because of ladies parking. Kartini didn’t die for this.
If I were a boy, I would never get lost again even without a map, I could use all the shortcut in the city.
If I were a boy, I would check other guy’s ‘thing’ in public toilets and try hard to control my eyes and stare straight as if nothing happened.
If I were a boy, I would suck, because I couldn't bring myself to say some pickup line to girls. I would just smile pathetically. 
If I were a boy, I would feel disappointed when a girl that I like turned out have a boyfriend, but I would feel more disappointed when one of a football club that I fond of lost in a big match.
If I were a boy, I would silently cry at night thinking about how stupid my little crush who friend-zoned me.
If I were a boy, I would always complain that I never understand girls yet I would still read some articles on the Internet on how to get a girl fall in love with me.
If I were a boy, I would eat a lot of food that contains protein after masturbate.
If I were a boy, I would be broke because I waste all of my money to buy PSP, Xbox, and any others console game.
If I were a boy, I would save some times because I can just get going without taking a bath, but I still would be late.
If I were a boy, I would date a girl with a cute face just like a girl character in the harem manga. Not only cute, she should be smart and love me like crazy.
If I were a boy, I would make a girl cry because I spent more time playing games than talking to her.
If I were a boy, I would get a bad headache trying to figure out what’s mistake I did to my girlfriend when she said: “You can think it yourself (pikir aja ndiri).”
If I were a boy, I would die a little bit every time my girlfriend ask me “Am I beautiful?”
If I were a boy, I would stress out when my girlfriend says “Do you notice some change in me?” I would guess it wrong and she would angry at me the entire date, damn it, woman.
If I were a boy, I would go crazy over the unspoken code that girls have, because, in the end, I smell drama.
If I were a boy, I would think that girls are dangerous (metaphorically and literally), but I would still love them.
If I were a boy, you know what? I would still be broke as fuck even after purchase all of that gaming stuff because I would spend my money to go out with my girlfriend and feed her and buy her a little surprise every month.
If I were a boy, I would start developed anxiety attack when met a girl that cries at the first time. But later I would just enjoy feigning that I care a lot by saying “It’s okay, I am here for you” and feel happy to give a hug.
If I were a boy, I would get some serious silly relationship problems because of my pride.
If I were a boy, I would be a jerk, make a girl can’t move on from me and let her curse me.
If I were a boy, I would be a jerk, move on from her while missing her once or twice.
If I were a boy, I would say to my best friend “If a girl says she’s in love with you, back off and run for your life!”
If I were a boy, I would say “Holy shit! Who needs woman”, go back in front of my laptop and play a video game.
If I were a boy, I would probably hate my jobs and pray to God ask for make me coma, or even worse maybe death, but then I would feel alright when sitting in a bar and meet a sexy girl.
If I were a boy, I would act like I can handle all of my problems, maybe I would tell it to my friends, but in things like love or family matters, I would prefer to keep it under wraps.
If I were a boy, I would think maybe one day I would grow up as a reliable man and make every single line in The Proclaimer’s song titled I Am Gonna Be becomes my jargon.

Comments

Popular posts from this blog

Entry 4 - Gratitude Journal: Happy Memories

Write about the memories that made you happy! Aku tumbuh dan dibesarkan dengan baik oleh ayah ibuku. Banyak kenangan indah yang bisa aku jadikan sebagai mantra Patronus-ku. Sangat sulit memilih mana yang bisa aku jadikan mantra utama penangkal duka lara. Kalau aku meninggal, core memoriesku mungkin bisa menentukan mana best of the best memories, kalau sekarang masih bingung milihnya. Aku suka hari-hari kenaikan kelas, pembagian raport, dan wisuda. Karena ada kebahagiaan terlimpah ruah setelah bisa melewati kesulitan berlevel, ada kesenangan terpancar saat kita bisa mengukir senyum bangga orang tua. Momen itu yang menjadi batu pondasi kalau kelak aku lupa apa itu rasanya bagaia. Momen bahagia baru terasa setelah serentetan lelah dan luka kita lalui, kita naik level, kita jadi lebih baik. Dan kenangan itu membuatku bahagia. Aku juga suka hari-hari normal yang berlalu dengan penuh kedamaian. Ada kewarasan yang tersimpan dalam sebuah rutinitas. Ada rasa aman ketika tahu kita bisa beristir...

Insecurity soal punya anak

Kadang, di tengah malam yang tenang, setelah scrolling TikTok parenting dan baca berita Indonesia gelap, saya suka mikir sendiri: “Yakin nih saya mau punya anak?” Pertanyaan itu bukan muncul karena saya gak suka anak-anak. Saya suka sekali anak-anak —terutama yang lucu, pinter, dan bisa dikembalikan ke orang tuanya setelah main. Tapi makin ke sini, keinginan punya anak justru diselimuti awan tebal bernama…  insecurity . Saya membayangkan, suatu hari nanti anak saya bikin thread viral di Sosmed X (atau apapun namanya nanti), judulnya: “Kenapa ortuku tega melahirkanku ke dunia penuh entropi dan anti-revolusi ini?” Langsung terkencar-kencar. Bisa-bisa dia jadi anak yang pegal hati karena dilahirkan, dia pasti sama seperti saya yang membenci struktur makroekonomi maupun jejak karbon dirinya. Dia pasti mempertanyakan keputusan saya, dan saya belum punya jawaban ilmiah apa pun. Kecuali satu: Karena bapaknya orang baik, dan orang baik itu gak boleh punah. Next masalahnya, saya dan suami...

Dirasakan Kuat

Jujur saja aku tidak tahu apa yang harus aku tulis hari ini, karena sepanjang hari aku terlalu sibuk sehingga tidak sempat untuk meluangkan waktu untuk menulis secara khusus. Ketika aku menulis ini, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hmm. Seringkali waktu berlalu begitu saja hingga aku lupa apa saja yang telah terjadi dalam sehari. Oiya tema postingan kali ini adalah “something for which you feel strongly” . Menurutmu ini maksudnya apa sih? Apakah maksudnya itu hal-hal yang aku merasakan keterikatan yang kuat? Kok aku nangkep nya begitu ya.. Kalau salah tolong dikoreksi di kolom komentar ya! (Ciyaaa, ala yucuber deh jadinya) Aku tidak bisa berpikir dengan jernih apa sesungguhnya hal yang membuatku merasakan keterikatan yang kuat. Bagaimana kalau kita membicarakan tentang hal apa yang dirasakan secara kuat oleh Ohwada-Sensei? Random sekali aang ini ya -__- Ini karena aku tidak begitu tertarik pada apapun, itulah jalan ninjaku. Jadi mari berkenalan sedikit ten...

Cara Perempuan Jepang Membuang Bekas Pembalut

Selama hidup di Jepang, hal yang paling berkesan untukku adalah tiada hari berlalu tanpa pembelajaran. Bahkan ketika aku di rumah aja ngga ngapa-ngapain, aku tetap dapet pembelajaran baru. Jadi suatu pagi… aku lagi di apartemen aja kan biasa pengangguran laten [ gaya abiesz, bilang aja kosan Pak Ruslan versi fancy wkwk ], dan temen sekosanku yang orang jepang, dia nyimpen bungkus pembalut di kamar mandi. Hmm oiya kita tuh kamar mandinya shared, cuma beda kamar bobo aja. Jadi dia narohnya di salah satu papan yang ada di atas WC duduk gitu, biasanya di papan tersebut kita simpen tissue cadangan atau pengharum ruangan di situ. Oke dia lagi menstruasi. Tapi ini untuk pertama kalinya aku nemuin sampah yang digeletakin gitu aja. Nah, buat kalian yang ngga tau pembungkus pembalut yang mana, ini aku sertakan gambar… karena kebetulan aku lagi rajin dan lagi mens juga. Jadi ini pembalut… Dan ini bungkusnyaaa… yang mana tergeletak di WC tadi. Aku langsung bingung, ih tumben banget kok ngga ...